3/02/2017

Lipoma Pada Anak

Diusia anakku yang semakin bertambah, merupakan masa keemasan untuk aku yang setiap hari bersamanya. Melihat Naya tumbuh menjadi anak yang sehat dan normal membuat hati rasa tenang. Sampai pada suatu hari, aku melihat keanehan pada tubuh Naya yang tidak seharusnya. Bentuknya seperti daging tumbuh yang berada dibawah jaringan kulitnya. Warna tidak memerah, namun tidak terasa sakit jika aku memegangnya, tahu darimana aku bahwa itu tidak sakit? Ketika aku memegangnya atau menekan sedikit, Naya tidak memberikan respon apa-apa. Aku dan suami membiarkannya selama kurang lebih 1 bulan. Sampai pada akhirnya, benjolan yang aku rasa itu adalah daging tumbuh bertambah besar, kira-kira sebesar ibu jarinya Naya diusia 9 bulan. Kami merasa was-was dan bertanya-tanya. Jika itu bisul, tapi dia tidak merasakan sakit dan juga benjolan tidak memerah. Jika itu tumor, aku rasanya seperti disambar petir, karena aku yang sebagai yang awam masalah tumor merasa bahwa itu membahayakan. Ah sudahlah, aku tidak mau berpikir begitu (itu di dalam benakku, berpikir positif saja aku dan suami). Sampai pada akhirnya kami pun memutuskan ke dokter spesialis anak yang selalu menangani Naya.

Ketika memeriksakan benjolannya, dokter dengan santainya sambil menyentuh benjolannya dan mengatakan, "Oooo..Ini Lipoma namanya Bu Pak". Aku dan suami serentak bertanya, "Apa itu Lipoma ya Dok?", Dokter menjelaskan bahwa Lipoma merupakan daging berisi lemak yang tumbuh pada setiap manusia, bisa dikatakan dengan bahasa Tumor dan bersifat jinak serta tidak berpotensi ganas atau menjadi kanker. Lipoma tidak dapat dihilangkan permanen dengan obat luar atau obat minum, artinya akan tumbuh lagi dan lagi. Lipoma akan bertambah besar sesuai usia Naya, tapi tidak akan besar sekali dan paling hanya mengganggu kosmetik (penampilan Naya dalam berpakaian). Lipoma bisa dihilangkan secara permanen dengan jalan operasi bedah. Lipoma dapat membesar sebesar bola plastik pimpong.

Sontak aku dan suami merasakan sangat lega. Kami merasa puas dengan jawaban dan penjelasan dari dokter spesialis anak yang menangani Naya. Tapi yang masih menjadi pertanyaan adalah kapan operasi bedah boleh dilakukan? Dokter menjelaskan bahwa jika Naya sudah diatas 5 tahun saja, karena jika sekarang kasihan Naya, ditakutkan dia memegang bekas luka operasinya. Namun dokter bilang jika tidak dioperasi juga tidak ada masalah.

Karena keingintahuan kami tentang Lipoma, kami bertanya apa penyebabnya. Beliau mengatakan bahwa Lipoma merupakan bawaan gen. Artinya dari aku atau suami yang membawanya. Tapi dari pelajaran Biologi yang aku pelajari semasa sekolah dulu, bahwa gen (penyakit yang disebabkan karena keturunan) adalah aku sebagai perempuan yang membawanya. Setelah aku ingat-ingat, yaa aku juga ada, tapi tidak membesar dan adanya dibawah ketiak.

Setelah pulang dari rumah sakit, Naya aktifitas seperti biasa dan aku memberikan makan sesuai dengan menu yang biasa aku berikan, ada tofu telur, ikan/daging, nasi, dan sayuran. Aku memperhatikan dari minggu ke minggu semakin besar. Hampir aku membawanya ke rumah sakit lagi untuk memeriksakan Naya, tapi mama aku mengatakan "Coba hentikan tofunya, ganti dengan tempe dan tahu putih biasa". Aku turuti dan alhamdulillah wa syukurillah ya Allah.. Benjolan itu kempes dan rata dengan kulit Naya lagi. Namun jika disentuh, benjolannya tetap ada, namun ukurannya sangat kecil seperti jerawat dalam. Mungkin itu memang Lipoma, tapi tidak membesar dengan cepat.

Sekarang kekhawatiranku dan suami sudah hilang. Alhamdulillah.

No comments:

Post a Comment